IES 2025 UNILAK: Gelar Pertemuan Global Praktisi dan Akademisi untuk Tantangan Iklim

Jumat 31 Oct 2025 08:31:47 ± 2 menit baca Dibaca 68x Pasca
IES 2025 UNILAK: Gelar Pertemuan Global Praktisi dan Akademisi untuk Tantangan Iklim
IES 2025 UNILAK: Gelar Pertemuan Global Praktisi dan Akademisi untuk Tantangan Iklim

Pekanbaru, 31 Oktober 2025 – International Eco-Harmony Summit (IES) 2025 yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK) sukses berlangsung di lantai tiga kampus pascasarjana. Bertema “Green Transitions and Innovations for a Sustainable Tomorrow,” acara ini menarik kehadiran akademisi serta praktisi ternama dari dalam negeri maupun mancanegara sebagai pembicara utama.

Rektor UNILAK, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., membuka acara melalui sambutan video yang menegaskan komitmen kuat universitas dalam mendorong inovasi dan riset berkelanjutan. Beliau menegaskan bahwa inovasi hijau merupakan kunci menghadapi perubahan iklim dan menjaga kelestarian alam.

Wakil Dekan III Sekolah Pascasarjana UNILAK, Dr. Eng. H. Indra Purnama, M.Sc., yang mewakili Dekan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya summit sebagai platform pertukaran ilmu dan kolaborasi riset lintas negara. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif berkontribusi dalam mencari solusi inovatif yang berdampak positif.

Jumlah peserta mengalami lonjakan signifikan dibanding edisi sebelumnya, dengan delegasi dari berbagai negara seperti Perancis, Indonesia, Jepang, Uganda, Mesir, Pakistan, Afganistan, Sudan Selatan, Turki, Nigeria, dan Madagaskar. Hal ini menegaskan relevansi global dari acara yang digelar UNILAK.

Acara menghadirkan sejumlah narasumber internasional terkemuka. Prof. Amar Abderrahmani dari University of Lille, Prancis, membahas inovasi teknologi hijau yang memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial. Lalu, Prof. Rabah Boukherroub, Research Director CNRS dari University of Lille, berbagi temuan riset terbaru mengenai pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui konsep ekoharmoni. Dalam sesi keynote terakhir, Prof. Muhammad Aziz dari The University of Tokyo, Jepang, memaparkan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pendekatan multidisipliner.

Selain sesi keynote, summit ini menyuguhkan paralel sesi yang menampilkan penelitian unggulan di bidang agroekologi, bioenergi, pengelolaan limbah, dan teknologi ramah lingkungan, dibawakan oleh akademisi serta praktisi muda.

Tiga presenter terbaik yang diumumkan adalah Andy Bhermana (ITS), Anisa Mutamima (UNRI), dan Megawati Suharsono Putri (BRIN). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi penelitian yang tidak hanya inovatif tetapi juga aplikatif serta berpotensi memberikan dampak nyata di bidang keberlanjutan dan ekoharmoni.

Menurut Dr. Indra Purnama, summit ini diharapkan menjadi momentum penting bagi akademisi dan praktisi untuk bersama-sama mendorong inovasi yang membawa manfaat besar bagi bumi kita.

Dengan semangat kolaborasi global dan fokus pada ekoharmoni, Sekolah Pascasarjana UNILAK menegaskan perannya sebagai institusi yang aktif mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi masa depan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.